Category: KEGIATAN

Kaum Muda Mbangun Desa, judul yang dipakai pada kegiatan diskusi yang diinisiasi oleh Padepokan ASA @Wedomartani dan Pusat Studi Jawa. Sebenarnya konsep ‘Mbangun Desa/Deso’ sudah lama dikenal oleh warga Jogja, mengacu pada judul acara televisi yang pernah ditayangkan TVRI Jogja pada kurun tahun 90-an. Warga Jogja yang pernah menonton acara ini pasti familiar dengan nama-nama Den Baguse Ngarso, Pak Bina, Kuriman, dan Sronto. Jalan ceritanya mengangkat kehidupan sehari-hari warga desa serta berbagai permasalahan sosial yang menghinggapinya.

Read More

Padepokan ASA @Wedomartani telah hadir diantara masyarakat padukuhan Gedongan Lor, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Berikut sudut-sudut yang diberi makna oleh pembangunnya, Pak Eko Prawoto. Berikut makna di setiap sudutnya.

[caption id="attachment_316" align="alignnone" width="300"] Merpati itu datang. Di hari yang tenang. Merpati tak pernah ingkar janji, demikian kata pepatah. Padepokan ASA memegang janji untuk menjadi rumah berbagi dan inkubasi buat warga sekitar dan anak negeri.[/caption]

 

[caption id="attachment_355" align="alignnone" width="415"] Wajah dari depan, pendopo Padepokan ASA di pagi hari.

Read More

Akhir-akhir ini Jogja ramai dengan gerakan warga berdaya yang menolak adanya pembangunan mall, hotel, dan apartemen. Berbagai tagar #JogjaAsat, #SlemanAmbyar, dan #JogjaOraDidol dapat dengan mudah ditemui di media sosial. Gerakan perlawanan semacam ini menjadi topik hangat di kalangan masyarakat perkotaan Jogja, entah sampai kapan. Sementara itu di pinggiran perkotaan Jogja banyak desa-desa yang tengah berjuang untuk membangun potensi lokal mereka. Pembangunan desa diperlukan untuk meningkatkan kompetensi desa agar mampu bersaing di tengah semakin berkembangnya perkotaan Jogja.
Desa membutuhkan agen pelaksana pembangunan, salah satu yang potensial adalah kaum muda. Sayangnya kaum muda di desa masih apatis untuk mau membangun desanya.

Read More

Solidaritas Alam (SALAM),sebuah nama yang diambil dari kecintaan mereka akan lingkungan hidup. Komunitas SALAM berisi personal-personal yang secara tidak sengaja bertemu ketika mendaki gunung, sampai akhirnya bersepakat untuk mendirikan suatu komunitas. Dalam usianya yang masih muda, SALAM telah mampu melakukan berbagai macam kegiatan yang migunani tumraping liyan. Salah satu upaya mereka adalah kegiatan “Bersih Gunung Andong” yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 21 November 2015.

Read More

“Namaku Hadi Sumarmo, usiaku kira-kira 70an lebih, kalau pengen tahu pasti berapa usiaku tanyakan pada anak-anakku, kurasa mereka lebih tahu”.

“Hari ini adalah hari istimewa yang kutunggu-tunggu selama tiga bulan terakhir, hari di mana aku bisa berkumpul dengan kawan-kawan seperjuangan dulu. Hari istimewa, di mana aku bisa mengenakan seragam kebesaran berupa batik warna biru, di mana aku menyemir sepatu usangku, di mana aku meminta minyak rambut menantuku agar rambutku tertata rapi, serta meminta sedikit parfum yang dimiliki cucu perempuanku”.

“Pagi ini aku dan kawan-kawanku berkumpul untuk menunggu bus yang akan mengangkut kami menuju tempat acara berlangsung.

Read More

“Kalian rugi kalau ke Jogja tidak mampir ke Padepokan ASA!!!”, demikian seru salah seorang mantan komentator sepakbola kenamaan Indonesia, Bung Titis Widyatmoko.

Alhasil dengan menumpang enam taxi serombongan kuli tinta dari KLN (Jakarta-Jogja-Malang), Selasa siang 6 Oktober 2015 mereka memaksa sang supir taxi memacu kendaraannya ke arah utara melintasi Jalan Kaliurang. Sesampainya di Padepokan ASA satu persatu rombongan ini meloncat dari taxi dan mengeluarkan kamera serta ponsel masing-masing untuk mengabadikan bangunan bernuansa klasik yang dikelilingi persawahan ala Wedomartani.

Pasca lelah berkeliling padepokan dan ber-selfie ria, rombongan disuguhi makanan ringan khas pedesaan serta lantunan musik khas Sujiwo Tedjo.

Read More