Padepokan ASA Maret 2016
Kegiatan Padepokan ASA Maret 2016 : 1. 1-4-10-15-17 Maret 2016 Latihan dan Koordinasi Monolog Suryomentaram 2. 4 Maret 2016 Pelatihan IT Guru TK/Paud 3. 4…
Kegiatan Padepokan ASA Maret 2016 : 1. 1-4-10-15-17 Maret 2016 Latihan dan Koordinasi Monolog Suryomentaram 2. 4 Maret 2016 Pelatihan IT Guru TK/Paud 3. 4…
Kegiatan Padepokan ASA Februari 2016: 1. 2 Februari 2016 Latihan Monolog Suryomentaraman 2. 8 Februari 2016 Kunjungan Keluarga Mahasiswa NTT 3. 11 Februari 2016 Padepokan…
Kegiatan Padepokan ASA Januari 2016: 1. 3 Januari 2016 Pengambilan Gambar Film Dokumenter Padepokan ASA 2. 8 Januari 2016 Diskusi Peran Kaum Muda sebagai Agen…
Kegiatan Padepokan ASA Desember 2015: 1. 5 Desember 2015 Kunjungan Komunitas Jendela 2. 5 Desember 2015 Kunjungan Binokular Jakarta 3. 5 Desember 2015 Kunjungan Ex…
Dua hari, 12 dan 14 November 2015 Padepokan ASA menjadi obyek kuliah lapangan para mahasiswa Arsitektur UII.
Dalam dua hari, di Padepokan ASA @Wedomartani dilakukan pelatihan IT oleh pakar IT Indonesia, DR Ir. Onno W. Purbo.
Knowledge sharing adalah kegiatan sukarela untuk menyebarkan pengetahuan yang dimiliki dari satu orang ke orang lain atau sekelompok orang (Hansen dkk, 1999). Knowledge sharing juga didefinisikan sebagai sebuah pertukaran pengetahuan antar dua pihak, yang satu mengkomunikasikan
Kaum Muda Mbangun Desa, judul yang dipakai pada kegiatan diskusi yang diinisiasi oleh Padepokan ASA @Wedomartani dan Pusat Studi Jawa. Sebenarnya konsep ‘Mbangun Desa/Deso’ sudah lama dikenal oleh warga Jogja, mengacu pada judul acara televisi yang pernah ditayangkan TVRI Jogja pada kurun tahun 90-an. Warga Jogja yang pernah menonton acara ini pasti familiar dengan nama-nama Den Baguse Ngarso, Pak Bina, Kuriman, dan Sronto. Jalan ceritanya mengangkat kehidupan sehari-hari warga desa serta berbagai permasalahan sosial yang menghinggapinya.
Padepokan ASA @Wedomartani telah hadir diantara masyarakat padukuhan Gedongan Lor, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Berikut sudut-sudut yang diberi makna oleh pembangunnya, Pak Eko Prawoto. Berikut makna di setiap sudutnya.
[caption id="attachment_316" align="alignnone" width="300"] Merpati itu datang. Di hari yang tenang. Merpati tak pernah ingkar janji, demikian kata pepatah. Padepokan ASA memegang janji untuk menjadi rumah berbagi dan inkubasi buat warga sekitar dan anak negeri.[/caption]
[caption id="attachment_355" align="alignnone" width="415"] Wajah dari depan, pendopo Padepokan ASA di pagi hari.
Akhir-akhir ini Jogja ramai dengan gerakan warga berdaya yang menolak adanya pembangunan mall, hotel, dan apartemen. Berbagai tagar #JogjaAsat, #SlemanAmbyar, dan #JogjaOraDidol dapat dengan mudah ditemui di media sosial. Gerakan perlawanan semacam ini menjadi topik hangat di kalangan masyarakat perkotaan Jogja, entah sampai kapan. Sementara itu di pinggiran perkotaan Jogja banyak desa-desa yang tengah berjuang untuk membangun potensi lokal mereka. Pembangunan desa diperlukan untuk meningkatkan kompetensi desa agar mampu bersaing di tengah semakin berkembangnya perkotaan Jogja.
Desa membutuhkan agen pelaksana pembangunan, salah satu yang potensial adalah kaum muda. Sayangnya kaum muda di desa masih apatis untuk mau membangun desanya.
© 2017 PADEPOKAN ASA | RUMAH BERBAGI GENERASI PEDULI